BISNIS

Menciptakan Komunikasi Efektif Bagi Pengembangan Karir Buat Pekerja Sistem Remote-Working

Published

on

Caption.id – Bekerja pada kantor pusat suatu perusahaan teknologi informasi dengan salary yang tinggi dan fasilitas kantor yang keren adalah dreamjob generasi milienial saat ini. Silicon Valley merupakan kawasan iconic bagi pelaku industri teknologi. Perusahaan IT telah lama meninggalkan konsep ruangan kerja yang terdiri dari meja,kursi, komputer dan lemari arsip. Interaksi antar karyawan dibuat senyaman mungkin agar mendorong kolaborasi yang baik.

Memasuki era pandemi Covid-19, dimulailah sistem remote-working yaitu bekerja jarak jauh (diluar kota bahkan working space) Sedangkan work form home secara spesifik mengarahkaan bekerja dari rumah. Dahulu, sistem ini hanya diterapakan  bagi pekerja paruh waktu. Siap atau tidak, semua perusahaan menerapkan sistem ini pada karyawannya. Dan ini merubah pemikiran bahwa indikator pencapaian kinerja, bukan hanya dinilai dari kehadiran karyawan di kantor, tetapi hasil dari kinerjanya.

Tuntutan bekerja efisien dan efektif di tengah pandemi,membuat sistem ini sebagai solusi terbaik. Perusahaan dapat mengurangi beban biaya operasional seperti listrik, sewa bangunan, bahkan tarif internet. Namun perusahan dituntut untuk mempersiapkan model kerja, aplikasi hingga gadget untuk pekerjanya.  Bagi perusahaan teknologi, seperti di Silicon Valley telah melakukan sistem full-remote working, yang berimbas pada sepinya kawasan perkantoran disana.

Dari jejaring sosial Linkedin, telah beredar banyak tawaran remote-working baik full-time maupun program internship. Komunikasi secara tatap muka langsung antar karyawan beralih menjadi virtual meeting dan remote working. Permasalahannya adalah apakah akan mempersulit pengembangan karir karena atasan tidak lagi memantau secara langsung kinerja karyawan ?

Ryan Leonardo Manoppo selaku pakar personal branding membagikan kepada Caption.id tips  mengembangkan komunikasi efektif bagi pengembangan karir pada sistem remote-working. Menurutnya interaksi ke dpn mgkn semakin lebih banyak melalui virtual, yang terpenting adalah managemen waktu dan skala Prioritas ,kemudian membangun team up dan budaya offering up.

Menjaga produktifitas baik secara kinerja maupun komunikasi menjadi hal yang penting. Secara berkala, jadwalkan interaksi di luar kantor seperti menggunakan area co-working space yang sama atau hanya sekadar berbincang dan berkenalan untuk meningkatkan chemistry dengan karyawan lain, tambah Ryan Manoppo.

Dengan membangun team up yang kokoh, akan mempermudah kita untuk melakukan aktifitas tanggung jawab jika kita tidak bisa melakukannya dapat meminta  tolong ke anggota yang lain dan begitupun sebaliknya. Ciri – ciri terbangunnya team up yang efektif, yaitu menjadikan tanggung jawab terhadap atasan adalah menjadi tanggung jawab bersama dan setiap anggota team akan merasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan mereka kepada atasan. Sehingga team up menjadi wadah untuk mendapatkan inspirasi serta ide-ide baru dari diskusi bersama team.

Offering up, menawarkan keahlian kamu ke orang lain yg mungkin membutuhkan bantuan baik yang berada dalam satu divisi maupun berbeda department guna mencapai keberhasilan perusahaan. antar karyawan mememiliki peran sebagai sumber pendidikanbagi karyawan lain di dalam lingkungan tim. Dengan menerapkan prinsip kolaborasi, dimana karyawan memiliki tujuan dan sasaran yang terukur, offering up akan mudah diterapkan.

Karyawan yang menerapkan komunikasi efektif dan kolaborasi melalui team up dan offering up akan menjadi notice tersendiri bagi atasan karena tergolong aktif baik secara kinerja maupun penggerak team.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version