Connect with us

BISNIS

Cegah Penawaran Binary Option Dan Broker Ilegal, SWI Panggil Sejumlah Influencer Dan Afiliator

Published

on

Caption.id – Satgas Waspada Investasi (SWI) memberi imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai penawaran binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan yang dilakukan oleh afiliator ataupun influencer yang berpotensi merugikan masyarakat.

Dalam pertemuan virtual dengan para influencer tersebut, SWI meminta agar mereka menghentikan kegiatan promosi dan pelatihan trading serta menghapus semua konten promosi dan pelatihan trading yang ada di media sosial masing-masing. Juga hadir dalam pertemuan itu, anggota SWI dari Bareskrim Polri, OJK, Bappebti Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kominfo.

Adapun sejumlah afiliator dan influencer yaitu Indra Kesuma, Doni Muhammad Taufik, Vincent Raditya, Erwin Laisuman, dan Kenneth William yang diduga telah memfasilitasi produk binary option dan broker ilegal yang tidak terdaftar di Bappebti seperti Binomo, Olymptrade, Quotex, dan Octa FX serta melakukan kegiatan pelatihan perdagangan tanpa izin.

“Kegiatan perdagangan online yang dilakukan binary option itu ilegal karena bersifat judi, tidak ada barang yang diperdagangkan. Sifatnya hanya untung-untungan. Menang atau kalah dalam menebak harga suatu komoditi dan naik atau turunnya dalam periode tertentu, yang bisa merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing.

Selain persoalan binary option¸ SWI dalam kegiatan penindakannya juga telah menghentikan kegiatan 21 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat. Entitas tersebut melakukan kegiatan ilegal sebagai berikut:

  • 16 kegiatan Money Game;
  • 3 perdagangan aset kripto tanpa izin; dan
  • 2 perdagangan robot trading tanpa izin;

Menurut Tongam yang dikutip dari siaran pers OJK mengatakan, belakangan ini marak penawaran investasi berbasis website ataupun aplikasi yang harus diwaspadai karena pelakunya memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat untuk menipu dengan cara iming-iming pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar, namun terlebih dahulu masyarakat diminta menempatkan atau menyetorkan dananya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BISNIS

Siapkan Tempat Terbaikmu, Bersiaplah Bekerja Dengan Sistem Remote-Working

Published

on

Caption.id – Bekerja pada kantor pusat suatu perusahaan teknologi informasi dengan salary yang tinggi dan fasilitas kantor yang keren adalah dreamjob generasi milienial saat ini. Silicon Valley merupakan kawasan iconic bagi industri dan pelaku teknologi. Perusahaan IT telah lama meninggalkan konsep ruangan kerja yang terdiri dari meja,kursi, komputer dan lemari arsip. Interaksi antar karyawan dibuat senyaman mungkin agar mendorong kolaborasi yang baik.

Memasuki era pandemi Covid-19, dimulailah sistemremote working yaitu bekerja jarak jauh (diluar kota bahkan working space) Sedangkan work form home secara spesifik mengarahkaan bekerja dari rumah. Dahulu, sistem ini hanya diterapakan  bagi pekerja paruh waktu. Siap atau tidak, semua perusahaan menerapkan sistem ini pada karyawannya. Dan ini merubah pemikiran bahwa indikator pencapaian kinerja, bukan hanya dinilai dari kehadiran karyawan di kantor, tetapi hasil dari kinerjanya.

Tuntutan bekerja efisien dan efektif di tengah pandemi,membuat sistem ini sebagai solusi terbaik. Perusahaan dapat mengurangi beban biaya operasional seperti listrik, sewa bangunan, bahkan tarif internet. Namun perusahan dituntut untuk mempersiapkan model kerja, aplikasi hingga gadget untuk pekerjanya.  Bagi perusahaan teknologi, seperti di Silicon Valley telah melakukan sistem full-remote working, yang berimbas pada sepinya kawasan perkantoran disana. Dari jejaring sosial Linkedin, telah beredar banyak tawaran remote-working baik full-time maupun program internship.

Continue Reading

BISNIS

Perspektif Investasi Property Generasi Milenial di Kota Makassar

Published

on

Makassar, Caption.id – Melihat proyeksi dan populasi yang cukup besar, banyak sektor usaha yang menyasar generasi milenial, tidak terkecuali bidang property. Sebagai generasi yang bernapas di era digitalisasi, generasi milenial bergerak lebih cepat, mulai dari akses informasi, hingga kemampuan finansial yang dapat diperoleh lebih dini. Itulah sebabnya, pengembang property menyasar generasi ini. Tetapi tantangannya adalah perspektif generasi milenial yang belum memprioritaskan property sebagai aset atau investasi.

Berdasarkan survei RuangWanita, yang berada di rentang usia generasi milineal terhadap perspektif mereka terhadap investasi properti. Sebesar 42% menghabiskan dari income untuk pengeluaran konsumtif (seperti travelling, membeli gadegt dan nongkrong), sisanya 34% untuk kebutuhan pokok, hanya 15% yang disimpan sebagai tabungan. Bentuk simpanan pribadi pun, sebesar 65% dalam bentuk rekening tabungan, dan 35% dalam bentuk financial invesment atau tabungan jangka panjang.

Sebelum menyimpulkan generasi milenial sebagia pasar potensial, pengembang property juga harus meningkatkan daya beli dengan literasi akan proyeksi investasi property, harga jual kembali, hingga biaya pemeliharaan yang terjangkau. Pandemi Covid-19 yang mengharuskan sistem kerja dari rumah (work from home) hingga remote work system, tentunya akan memperbesar keinginan akan hunian pribadi yang baik dan mendukung sistem kerja tersebut.

Dimulainya era new normal, membuat kita bisa mengurangi pengeluaran konsumtif  dan berpikir ulang kalau saat ini adalah waktu yang tepat memulai membeli aset property karena harganya yang turun. Dengan memulai menyisihkan penghasilan di awal usia 20an, bukan tidak mungkin investasi properti bisa dijadikan sebagai aset masa depan dan hari tua.

Continue Reading

BISNIS

Menciptakan Komunikasi Efektif Bagi Pengembangan Karir Buat Pekerja Sistem Remote-Working

Published

on

Caption.id – Bekerja pada kantor pusat suatu perusahaan teknologi informasi dengan salary yang tinggi dan fasilitas kantor yang keren adalah dreamjob generasi milienial saat ini. Silicon Valley merupakan kawasan iconic bagi pelaku industri teknologi. Perusahaan IT telah lama meninggalkan konsep ruangan kerja yang terdiri dari meja,kursi, komputer dan lemari arsip. Interaksi antar karyawan dibuat senyaman mungkin agar mendorong kolaborasi yang baik.

Memasuki era pandemi Covid-19, dimulailah sistem remote-working yaitu bekerja jarak jauh (diluar kota bahkan working space) Sedangkan work form home secara spesifik mengarahkaan bekerja dari rumah. Dahulu, sistem ini hanya diterapakan  bagi pekerja paruh waktu. Siap atau tidak, semua perusahaan menerapkan sistem ini pada karyawannya. Dan ini merubah pemikiran bahwa indikator pencapaian kinerja, bukan hanya dinilai dari kehadiran karyawan di kantor, tetapi hasil dari kinerjanya.

Tuntutan bekerja efisien dan efektif di tengah pandemi,membuat sistem ini sebagai solusi terbaik. Perusahaan dapat mengurangi beban biaya operasional seperti listrik, sewa bangunan, bahkan tarif internet. Namun perusahan dituntut untuk mempersiapkan model kerja, aplikasi hingga gadget untuk pekerjanya.  Bagi perusahaan teknologi, seperti di Silicon Valley telah melakukan sistem full-remote working, yang berimbas pada sepinya kawasan perkantoran disana.

Dari jejaring sosial Linkedin, telah beredar banyak tawaran remote-working baik full-time maupun program internship. Komunikasi secara tatap muka langsung antar karyawan beralih menjadi virtual meeting dan remote working. Permasalahannya adalah apakah akan mempersulit pengembangan karir karena atasan tidak lagi memantau secara langsung kinerja karyawan ?

Ryan Leonardo Manoppo selaku pakar personal branding membagikan kepada Caption.id tips  mengembangkan komunikasi efektif bagi pengembangan karir pada sistem remote-working. Menurutnya interaksi ke dpn mgkn semakin lebih banyak melalui virtual, yang terpenting adalah managemen waktu dan skala Prioritas ,kemudian membangun team up dan budaya offering up.

Menjaga produktifitas baik secara kinerja maupun komunikasi menjadi hal yang penting. Secara berkala, jadwalkan interaksi di luar kantor seperti menggunakan area co-working space yang sama atau hanya sekadar berbincang dan berkenalan untuk meningkatkan chemistry dengan karyawan lain, tambah Ryan Manoppo.

Dengan membangun team up yang kokoh, akan mempermudah kita untuk melakukan aktifitas tanggung jawab jika kita tidak bisa melakukannya dapat meminta  tolong ke anggota yang lain dan begitupun sebaliknya. Ciri – ciri terbangunnya team up yang efektif, yaitu menjadikan tanggung jawab terhadap atasan adalah menjadi tanggung jawab bersama dan setiap anggota team akan merasa percaya diri dalam mengemukakan gagasan mereka kepada atasan. Sehingga team up menjadi wadah untuk mendapatkan inspirasi serta ide-ide baru dari diskusi bersama team.

Offering up, menawarkan keahlian kamu ke orang lain yg mungkin membutuhkan bantuan baik yang berada dalam satu divisi maupun berbeda department guna mencapai keberhasilan perusahaan. antar karyawan mememiliki peran sebagai sumber pendidikanbagi karyawan lain di dalam lingkungan tim. Dengan menerapkan prinsip kolaborasi, dimana karyawan memiliki tujuan dan sasaran yang terukur, offering up akan mudah diterapkan.

Karyawan yang menerapkan komunikasi efektif dan kolaborasi melalui team up dan offering up akan menjadi notice tersendiri bagi atasan karena tergolong aktif baik secara kinerja maupun penggerak team.

Continue Reading

Trending

Copyright ©2022